defence military

welcome to defence military

Sabtu, 29 Oktober 2011

Yonkav Kalimantan Timur Akan Diperkuat Dengan Leopard 2


20 Oktober 2011

Tank Leopard 2 buatan Jerman (photo : Militaryphotos)

Dandim 0903/TSR Dampingi Tim Mabesad Tinjau Rencana Pembangunan Batalyon Kavaleri di Tanjung Selor

Tanjung Selor - Komandan Kodim 0903/Tanjung Selor Letnan Kolonel Inf Gema Repelita mendampingi Tim dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) meninjau rencana pembangunan Batalyon Kaveleri TNI AD di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kaltim. Kegiatan peninjauan tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 17 hingga 18 Oktober 2011.

Tim dari Mabesad yang melaksanakan kunjungan adalah Kolonel Inf Suyatno Paban III/Binorg Sopsad, Letkol Czi Haryono Pabandya 2/Pangkalan Slogad, Mayor Kav Susanto Kabag Binmat Sdirlitbang Pussenkav dan Mayor Arm I Gusti Agung Putu S Pabanda Binorg Spaban III Sopsad.

Selain Dandim 0903/Tsr turut mendampingi Tim dari Mabesad tersebut Kasbrigif 24/BC Letkol Inf ST Agus Santoso. Direncanakan Yonkav Kodam VI/Mlw mulai dibangun tahun 2012 berdampingan dengan Mabrigif 24/BC dan direncanakan menggunakan ranpur tank Leopard 2 type Main Battle tank buatan Jerman dengan spesifikasi berat 62,3 ton, panjang 9,97 meter dan lebar 3,75 meter.

Debut MRAP Baru Kopassus


27 Oktober 2011

Mamba Mark II MRAP 4x4 buatan BAE Systems Land Systems OMC, unit bisnis BAE Systems di Afrika Selatan (all photos : ARC, Audryliahepburn)

Setelah MRAP Casspir dimiliki Kopassus, belum ada lagi kabar kendaraan sejenis yang akan diakuisisi oleh TNI. Namun pada tahun akhir tahun 2006, bersamaan dengan diselenggarakannya pameran pertahanan Indodefence 2006, muncul berita bahwa BAE System menawarkan MRAP tipe RG-31 Nyala dan RG-32 kepada TNI.

Tidak ada kabar mengenai disetujui tidaknya sodoran kendaraan MRAP tersebut, namun Majalah Commando edisi Mei 2010 memergoki satu kendaraan MRAP yang mirip RG-31 ketika sedang berkunjung ke markas Kopassus.

Beberapa hari yang lalu menjelang diadakannya Latihan Gabungan Anti Teror 2011, foto kendaraan MRAP tersebut beredar di forum-forum militer. Pada hari ini kendaraan tersebut resmi diperlihatkan kepada publik dalam Latihan Gabungan Anti Teror TNI-Polri 2011.



Menilik dari bentuk fisiknya terutama grille depan, lampu depan, dan ban cadangan di bodi sebelah kiri maka kendaraan ini dapat diidentifikasikan sebagai Mamba, dan melihat dari kaca samping bagian belakang yang hanya terdiri dari satu ruas, maka dapat dipastikan bahwa kendaraan ini adalah Mamba Mk II MRAP buatan Afrika Selatan.

Mamba dibuat oleh Reumech OMC, pabrikan dari Afrika Selatan, pabrikan ini sempat mengalami proses akuisisi beberapa kali dimulai oleh Vickers, Alvis dan terakhir oleh BAE Systems dan namanya pun berubah menjadi BAE Systems Land Systems OMC.

Mamba Mk II sebagai kendaraan ringan 4x4 ditenagai oleh mesin diesel Mercedes Benz 352N 6-cylinder sehingga kendaraan dapat dipacu hingga kecepatan 102 km/jam. Sebagai kendaraan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected), kendaraan ini mempunyai lambung baja berbentuk V untuk melindungi penumpangnya dari ledakan ranjau anti tank.

Kendaraan ini mempunyai berat 6,8 ton, dengan bodi monocoque dan mempunyai ground clearance 41cm. Standar proteksi Mamba pada lambung baja dan kacanya dapat memberikan perlindungan terhadap tembakan senjata dengan amunisi ukuran 5,56 × 34 mm dan 7,62 × 51 mm serta perlindungan opsional terhadap amunisi tipe armour–piercing ukuran 7,62 × 51 mm standar NATO.


Memang terdapat tiga kendaraan MRAP yang mirip satu sama lain yaitu : mamba, Nyala, dan Reva. RG-31 Nyala adalah pengembangan lebih lanjut dari Mamba Mk II oleh Land Systems OMC, sedangkan Reva adalah pengembangan oleh ICP dengan mesin penggerak Merek Cummins sejak varian Mamba Mk I. Reva telah dipakai oleh Angkatan Darat Thailand dan dioperasikan di wilayah konflik Thailand Selatan.

Selain Mamba, Kopassus juga mengoperasikan kendaraan MRAP Casspir yang sama-sama buatan Afrika Selatan. Casspir diproduksi oleh TFM yang selanjutnya diakuisisi oleh Reumech OMC dan akhirnya menjadi Land Systems OMC. Casspir tergolong MRAP berukuran sedang.

Dalam mengangkut personil Mamba mampu membawa 9 personil plus 2 crew, sedangkan Casspir yang mempunyai bobot 10,88 ton dapat membawa lebih banyak lagi yaitu 12 personil plus 2 crew.

Kendaraan ini pantas digunakan oleh Sat-81 Gultor Kopassus, karena akan memberikan perlindungan maksimal pada prajurit yang telah dididik dengan biaya mahal.

(Defense Studies)

Hornets, Typhoons Join Malaysian Exercise


28 Oktober 2011

A RAF Eurofighter/Typhoon takes off in the early morning heat at RMAF Base Butterworth. (all photos : Aus DoD)
Eurofighter Typhoons from the Royal Air Force's 6 Sqn have joined aircraft from four other nations in Malaysia for exercise "Bersama Lima 2011".

A RAAF A30 Boeing 737 AEW&C returns to RMAF Base Butterworth after completing its tasking for the day.

The Royal Australian Air Force sent Boeing F/A-18A fighters and a 737-based Wedgetail airborne early warning and control system aircraft to participate in the manoeuvres that are being conducted from Butterworth air base in Penang.

Royal Malaysian Air Force involvement includes use of its F/A-18Ds and RSK-MiG-29s, while New Zealand and Singapore are also taking part.

A formation containing a Malaysian F/A-18D Hornet, a MIG 29 and an Australian F/A 18 Hornet fly over the Penang region of Malaysia, the flight was organized as a prelude flight to Bersama Lima 2011.
The UK is leading efforts to promote the Typhoon to Kuala Lumpur, which has identified a need to replace its MiG-29s that have become increasingly expensive to support.

The topic is likely to be high on the agenda at the Langkawi International Maritime and Aerospace exhibition, which will take place in early December. Other candidates could include the F/A-18E/F Super Hornet.

PESAWAT BUATAN INDONESIA CN235 Diharapkan Jadi Pesawat Patroli Dunia

Kamis, 27 Oktober 2011






Pesawat CN235 produksi kerja sama antara PT. Dirgantara Indonesia dengan CASA Spanyol diharapkan menjadi pesawat patroli maritim yang digunakan oleh semua negara.

"Itu cita-cita kami," kata Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso pada serah terima hasil pengujian model aerodinamika pesawat udara N219 dari BPPT kepada PT DI di Jakarta, Selasa....


Ia membantah produksi pesawat CN235 tidak berlanjut, karena saat ini PT DI sedang mengerjakan empat unit CN235 pesanan Korea Selatan untuk patroli pantai (coast guard), untuk beberapa negara lain yang tertarik dan untuk kepentingan dalam negeri TNI AL.


Pada Desember 2009 TNI AL diberitakan membeli tiga unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki enam pesawat MPA sampai tahun 2014.

"CN235 sampai kini banyak dibutuhkan untuk kepentingan negara yang mengkhawatirkan permasalahan bajak laut, penyelundupan, atau imigran gelap, khususnya karena pesawat setipenya seperti Buffalo tidak diproduksi lagi," katanya.

Bahkan, untuk mengawasi Kepulauan Spratly di Laut China Selatan yang dipersengketakan sejumlah negara, baik Tentera Diraja Malaysia maupun Brunei sama-sama mengerahkan pesawat CN235 buatan PT DI, ujarnya dengan bangga.

Saat ini masih beroperasi sekitar 50 pesawat CN235 di berbagai negara buatan PT DI dan sekitar 150 unit CN235 buatan Casa Spanyol.

CN235 versi Patroli Maritim dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi serta mengakomodasi rudal.

Saat ini PT DI baru saja menyelesaikan uji model aerodinamika pesawat perintis N219 berkapasitas 19 penumpang di BPPT yang sangat sesuai dengan kondisi kepulauan dan pegunungan Indonesia.

Direktur Aerostructure PT DI Andi Alisjahbana mengatakan, pengerjaan pesawat N219 dengan mesin Pratt & Whitney ini sudah selesai 35 persen, tinggal tahap tersulit persoalan pendanaan yang diharapkan menemukan solusinya pada 2011 untuk menyelesaikan 65 persen sisanya.

Di Indonesia, disebutkannya, ada 715 airport dan airfield, namun 72 persen runawaynya hanya memiliki panjang di bawah 800 meter. Sedangkan untuk penerbangan perintis terdapat 118 rute di 14 provinsi dengan 89 bandara.

Boeing Tawarkan Produk & Kerjasama Pembuatan Komponen



12 Februari 2011
Maret 2006 Boeing menawarkan Chinook bekas dengan harga 15 juta USD sebagai pesawat helikopter multifungsi karena selain bisa mengangkut pasukan dalam jumlah yang besar dan kendaraan ringan juga dapat dipakai untuk mengatasi berbagai jenis musibah alam (photo : Worldwide Military)

Menhan Menerima Kunjungan Presiden Boeing Int’l Corp Asia Tenggara

Jakarta-DMC, Menteri Perthanan RI, Purnomo Yusgiantoro , Rabu (10/02), menerima kunjungan Presiden Boeing Int’l Corp Asia Tenggara, Mr. Ralph L Boyce, beserta pendampingnya Senior executive Director S.E. Asia Region, Richard M. Hutehinson dan Vice President Asia Pasific, Joseph H.Song di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.

Maksud kedatangan Mr. Ralph L Boyce yang merupakan matan duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia tahun 1999-2002, adalah untuk menawarkan kerjasama untuk penjualan pesawat terbang bagi kepentingan pertahanan.

Perusahaan penerbangan Boeing adalah perusahaan milik Amerika Serikat yang telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan pesawat internasional, termasuk salah satunya dengan PT DI. Bentuk kerjasama dengan perusahaan pembuatan pesawat terbang beberapa Negara tersebut, yaitu memberi kesempatan membuat bagian tertentu dari pesawat Boeing.

Menanggapi maksud dari kunjungan ini, Menhan RI menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan pesawat dengan sistem multi fungsi tidak hanya digunakan untuk tujuan perang (Strike), tetapi pesawat ini juga digunakan untuk operasi selain perang seperti contohnya adalah untuk angkutan logistik, sehingga Menhan mengharapkan agar dapat dikirimkan prototype yang dihimpun dalam list penawaran.

Pada kesempatan ini juga Menhan saat menerima tamunya menjelaskan tentang adanya rencana pelaksanaan pameran Indo Defence pada akhir tahun 2010, untuk itu Menhan mengharapkan pihak Boeing juga dapat ikut berpartisipasi di dalam pemeran tersebut.

TNI di Lebanon Dapat Kendaraan Tempur Baru



9 April 2011

Panser Anoa 6x6 untuk misi PBB (photo : TNI)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 13 unit kendaraan tempur "ANOA" buatan PT Pindad tiba di Lebanon, untuk mendukung Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL dalam misi perdamaian PBB di wilayah itu.

Ke-13 unit kendaraan tempur itu, diangkut menggunakan kapal tanker PBB dari Tanjung Priok Jakarta dan tiba pada awal April 2010," kata Dansatgas Konga XXIII-D/Unifil, Letkol Inf Andi Perdana Kahar, dalam surat elektroniknya yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, dibandingkan kendaraan tempur VAB buatan Perancis yang selama ini dioperasikan Kontingen TNI, kendaraan tempur "ANOA" memiliki beberapa kelebihan, antara lain jumlah roda sebanyak enam buah, adanya kelengkapan GPS dan kamera video di bagian belakang kendaraan.

Tak hanya itu, "ANOA" juga memiliki pintu belakang yang dapat dioperasikan secara manual maupun hidrolik serta dua buah pintu darurat di bagian kanan dan kiri kendaraan, kata Andi.

Untuk mengawaki dan perawatan ke-13 unit kendaraan tempur baru itu, hadir pula 18 orang personel TNI, terdiri dari lima orang teknisi kendaraan tempur dari kesatuan Bengpuspal TNI AD, dua orang pengemudi kendaraan tempur dari Yonkav 1/1 Kostrad serta 11 orang pengemudi kendaraan tempur dari Yonkav 7 Kodam Jaya.

Tentang keberadaan VAB Perancis yang selama ini digunakan Kontingen TNI, Mabes TNI belum memutuskan untuk menarik kembali ke Tanah Air.

Kapal-Kapal Klasik TNI Angkatan Laut



TNI Angkatan Laut (Indonesian Navy) adalah salah satu angkatan laut modern berkekuatan besar di Asia Tenggara, memiliki berbagai macam kapal dan persenjataan yang modern.

Foto-foto ini adalah untuk mengenang kapal-kapal TNI AL pada era sebelumnya yang pernah mengabdi untuk Ibu Pertiwi Indonesia :)


KRI Hasanuddin 333
kini telah digantikan oleh kapal dengan nama yang sama tetapi jenisnya lebih modern yaitu SIGMA.


KRI Dili 583


KRI Sorong (info ; pernah mengikuti Latgab wibawa 1977)


KRI Lambung Mangkurat 357 Riga Class Fregat


RI Gadjah Mada (bukan KRI tapi RI !)


4 buah Corvette Bathurst Class yang dinamai
RI Banteng (ex HrMs Ambon, ex HMS Cairns)
RI Hang Toeah (ex HrMs Morotai, ex HMS Ipswich)
RI Pati Oenoes (ex HrMs Tidore, ex HMS Tarmworts)
RI Radjawali (ex HrMs Banda)


RI Irian
SVERDLOV class cruiser (project 68 - Bis)
adalah satu-satunya kapal kelas penjelajah yang pernah dimiliki oleh ALRI hingga saat ini.
Nama Kapal : RI IRIAN 201
Berat : 16.640 ton
Dimensi : 210m x 22m x 6,9m
Persenjataan: 12 x 152mm/57 Mk5 (ada 4 turret masing masing 3 meriam)
12 x 100mm/70 (ada 6 turret dengan 2 meriam)
32 x 37mm (ada 16 turret dengan 2 meriam)
10 x 533mm Torpedo
Jumlah awak: 1250 orang
Sensor : Radar Sea Gull, Knife Rest A, Slim Net, Top Bow, Kendali Tembak Ligg Cup dan Sonar H/F Hull

RI Irian 201 adalah ex ORDZHONIKIDZE buatan Admiralty Shipyard Russia (class Sverdlov dibuat oleh 4 pabrik yg berbeda yaitu: Baltic, Admiralty, Nikolayev dan Severodvinks)


SKORIY Class Destroyer (project 30 - Bis)
Dulu kapal ini masuk kelas Destroyer di ALRI mungkin sekarang kapal ini dianggap Fregat.
Berat : 3066 ton
Dimensi : 120m x 12m x 3,9m
Persenjataan : 4 x 130mm/50 (2 turret dengan 2 meriam)
2 x 85mm (1 turret dengan 2 meriam)
7 x 37mm AAA
10 x 533mm Torpedo
2 x Mortir Anti Kapal Selam
2 x Deep Charge Tracks (52 bom laut dan 60 ranjau laut)
Awak : 286 orang
Sensor : Radar Gyus 1b Ryf-1, Redan-2, Vynpel-2 dan sonar Tamir -5H
ada 8 unit Skoriy Class dalam jajaran ALRI yaitu:
RI SILIWANGI 201 (ini membingungkan kenapa no lambung sama dg RI Irian?)
RI SISINGAMANGARADJA 202
RI SANDJAJA 203
RI SAWUNGGALING 204
RI SULTAN ISKANDAR MUDA 304
RI SRAWAJALA 305
RI DIPONEGORO 306 ---> jadi KRI SULTAN BADARUDDIN
RI BRAWIDJAJA 307


WHISKEY class Submarine (project 613)

Berat: 1050 ton - 1340 ton (menyelam)
Dimensi: 76 m x 6.3m x 4.55m
Senjata: 6 x 533mm tabung torpedo dg 12 torpedo + 20 ranjau laut
2 x 57mm + 2 x 25mm AA
Sensor: Radar Feniks Tamiri, Sonar Nakat Flag
Awak: 52 orang

Jumlah kapal: 14 unit (12 unit nama KRI + 2 unit tanpa nama)
RI TJAKRA 401
RI NANGGALA 402
RI NAGABANDA 403
RI TRISULA 404
RI NAGARANGSANG 405
RI TJANDRASA 406
RI ALUGORO 407
RI TJUNDAMANI 408
RI WIDJAJADANU 409
RI PASOPATI 410
RI HENDRADJALA 411
RI BRAMASTRA 412
RI XXX
RI YYY


KRI Wolter Monginsidi


KRI Martadinata